Sabtu, 28 September 2013





Kamis, 26 September 2013
GOR KONI, Manado
1
15.00
PI
SMP Eben Haezar 1 Manado
0
0
SMP Don Bosco Manado
2
16.00
PA
SMP Lokon Tomohon
0
0
SMP Advent Unklab
3
17.00
PA
SMP Aquino Amurang
0
0
SMP Negeri 1 Manado
4
18.00
PA
SMP Manado International School
0
0
SMP Don Bosco Bitung
Jumat, 27 September 2013
GOR KONI, Manado
1
14.00
PI
SMP Negeri 1 Bitung
0
0
SMP Theodorus Kotamobahu
2
15.00
PA
SMP Negeri 1 Tondano
0
0
SMP Theodorus Kotamobahu
3
16.00
PI
SMP YPKM Manado
0
0
SMP Negeri 10 Manado
4
17.00
PA
SMP Maria Goreti Lembean
0
0
SMP Negeri 1 Bitung
Sabtu, 28 September 2013
GOR KONI, Manado
1
17.00
PA
SMP Negeri 2 Bitung
0
0
SMP Eben Haezar 1 Manado
2
18.00
PA
SMP Don Bosco Manado
0
0
SMP Eben Haezar 2 Manado
3
19.00
PI
SMP Advent Unklab
0
0
SMP Negeri 2 Amurang
4
20.00
PI
SMP Don Bosco Tomohan
0
0
SMP Manado International School
Minggu, 29 September 2013
GOR KONI, Manado
1
14.00
PI
SMP Aquino Amurang
0
0
SMP YPKM Manado
2
15.00
PA
SMP Negeri 1 Tondano
0
0
SMP Advent Tompaso
3
16.00
PI
SMP Negeri 1 Bitung
0
0
SMP Negeri 2 Kauditan
4
17.00
PA
SMP Negeri 10 Manado
0
0
SMP Don Bosco Tomohan
 

Rabu, 11 September 2013


Junio JRBL 2013
Junio JRBL 2013 - Jakarta Series
Jakarta
Junio JRBL 2013 - Surabaya Series
Surabaya
Junio JRBL 2013 - Bandung Series
Bandung
Junio JRBL 2013 - Solo Series
Solo
Junio JRBL 2013 - Jogjakarta Series
Jogjakarta
Junio JRBL 2013 - Pekanbaru Series
Pekanbaru
Junio JRBL 2013 - Manado Series
Manado
bar
2004
Musim Perdana yang Tak Terlupakan

DBL dimulai di Surabaya pada 2004. Liga ini diniati sebagai liga SMA yang sederhana, tapi diselenggarakan dengan cara yang benar. Tidak boleh ada pemain profesional atau semipro, tidak boleh ada sponsor rokok, alkohol, dan minuman berenergi. Pemain harus student athlete. Performa mereka di ruang kelas sama pentingnya --atau bahkan lebih penting-- dari performa mereka di lapangan basket.
Total 96 tim bergabung di musim pertama ini, dari berbagai kota di Provinsi Jawa Timur. Sejak pertandingan perdana, banyak orang sadar bahwa sesuatu yang spesial sedang berlangsung. Pertandingan pertama DBL sangatlah ketat dan emosional. Tim putri SMAN 20 Surabaya mengalahkan SMA Santo Stanislaus 2 Surabaya. Tangis sedih dan bahagia terlihat di sekeliling lapangan, ditonton oleh sekitar 1.000 penonton.
Sejak saat itu, makin banyak peminat datang menonton. Pada babak final, lebih dari 5.000 orang datang menyaksikan (rekor penonton basket terbanyak di Jawa Timur saat itu). Dan mereka dihibur oleh pertandingan yang emosional dan dramatis. SMAN 2 Surabaya menjadi juara putra, setelah memaksa berlangsungnya perpanjangan waktu lewat tembakan putus asa dari luar garis tiga angka. (*)
logo2004 DBL 2004
  • 96 Tim bertanding
  • 2.788 Peserta terdaftar
  • 166 Pertandingan digelar dalam 16 Hari
  • 20.000+ Penonton menyaksikan
bar
2005 - 2007
Mengembangkan Standar Baru SUSKES musim pertama DBL membantu liga ini untuk tumbuh secara signifikan. Makin banyak tim yang bergabung, makin banyak penonton yang menyaksikan. Bahkan, saking banyaknya tim yang ingin tampil, DBL kehabisan kapasitas untuk menerima semuanya. Karena itu, para peserta baru harus tampil dulu di babak kualifikasi, saling mengeliminasi menuju babak utama.
Makin tahun, standar penyelenggaraan juga terus meningkat. Aturan-aturan baru diperke­nalkan untuk membuat presentasi pertandingan makin baik. Tim dan penonton terus dipaksa untuk mengikuti aturan-aturan yang makin ketat.
Pada 2007, pertandingan-pertandingan DBL diselenggarakan sebaik --atau mungkin lebih baik-- dari pertandingan-pertandingan profesional dan internasional. Lebih dari 55 ribu penonton menyaksikan DBL pada 2007, hampir empat kali lebih banyak dari 2004. Sebanyak 220 tim bertanding pada 2007, lebih dari dua kali jumlah peserta 2004.
Sukses 2007 ini memberi pertanda, bahwa sudah tiba waktunya bagi DBL untuk mengembangkan sayap. (*)
logo2005 DBL 2004
  • 203 Tim bertanding
  • 3.696 Peserta terdaftar
  • 271 Pertandingan digelar dalam 27 Hari
  • 35.000+ Penonton menyaksikan
logo2006 DBL 2004
  • 205 Tim bertanding
  • Hampir 4.000 Peserta terdaftar
  • 273 Pertandingan digelar dalam 28 Hari
  • 45.000+ Penonton menyaksikan
logo2007 DBL 2004
  • 220 Tim bertanding
  • 4.359 Peserta terdaftar
  • 320 Pertandingan digelar dalam 35 Hari
  • 55.000+ Penonton menyaksikan
bar
2008
Ekspansi Nasional, Kolaborasi Internasional, dan Arena Baru
DBL telah mengukuhkan diri sebagai liga basket terbesar di Indonesia pada tahun 2008. Setelah meraih sukses selama empat musim di Surabaya, DBL berkembang ke sepuluh kota lain di sepuluh provinsi.
Untuk memenuhi tuntutan jumlah peserta, di Jawa Timur DBL dibagi menjadi dua wilayah. North di Surabaya, South di Malang. Sembilan kota baru lainnya tersebar di sembilan provinsi, di lima pulau di Indonesia.
Seperti di Surabaya, DBL mendapat sambutan hangat di provinsi-provinsi lain. DBL mampu memecahkan rekor peserta dan penonton di kebanyakan kota baru. Contohnya, di kota budaya Jogjakarta, lebih dari 16.500 orang menonton DBL hanya dalam enam hari. Angka yang sebelumnya belum pernah dicapai untuk sebuah even basket.
Seiring dengan perluasan wilayah, DBL juga mencatat sejarah lewat dua kolaborasi internasional. Yang pertama adalah kerja sama jangka panjang dengan liga basket paling bergengsi di dunia NBA. Setiap tahun, NBA akan mengirimkan pemain dan pelatihnya untuk membantu perkembangan para pemain dan pelatih top DBL.
Even resmi pertama NBA di Indonesia diselenggarakan di Surabaya, 23-24 Agustus 2008. Bintangnya adalah Danny Granger, top scorer Indiana Pacers.
Kolaborasi internasional kedua adalah dengan pemerintah Australia. Pada Oktober 2008, DBL mengirimkan tim All-Star pertamanya (putra dan putri) ke Perth, untuk belajar dan bertanding melawan tim-tim muda pilihan Western Australia.
Sebagai penyempurna, pada 2008 DBL juga membuka gedung basket barunya, DBL Arena. Gedung itu dibangun hanya dalam tujuh bulan. Salah satu gedung terbaik di Indonesia itu punya kapasitas 5.000 penonton. (*)
logo2004 DBL 2004
  • 631 Tim bertanding
  • 13.221 Peserta terdaftar
  • 765 Pertandingan digelar dalam 96 hari
  • 212.300+ Penonton menyaksikan
bar
2009
Teruskan Ekspansi, Menang di Australia
EKSPANSI DBL semakin diperluas pada 2009, menyebar ke 16 kota di 15 provinsi di Indonesia. Jayapura, Bandar Lampung, Samarinda, Denpasar, dan Bandung adalah lima kota tambahan yang dikunjungi DBL. Pada 2009, kompetisi SMP di Surabaya dan sekitarnya untuk kali pertama juga dipisah dari kompetisi SMA, diberi nama DBL Junior.
Sepanjang 2009, lebih dari 400 ribu orang menyaksikan seluruh pertandingan DBL. Selain jumlah penonton yang fantastis, DBL 2009 juga diiringi dengan prestasi cemerlang. Tim putra DBL Indonesia All-Star 2009 berhasil mencetak kemenangan hebat, menundukkan tim Western Australia dengan skor tipis 68-66 di Perry Lakes Stadium, Perth. Ini merupakan kemenangan pertama dalam sejarah basket Indonesia di Australia.
Kerja sama internasional dengan NBA juga terus dijalin. Pemain-pemain terbaik DBL 2009 berkumpul di Surabaya untuk mengikuti Indonesia Development Camp yang diadakan oleh DBL dan NBA. Bintang Sacramento Kings Kevin Martin datang untuk melatih mereka.
Asisten pelatih NBA Neal Meyer (LA Clippers) dan Joe Prunty (Portland Trail Blazers) juga hadir melatih. Even tersebut dilangsungkan selama tiga hari, 16-18 Agustus, di DBL Arena, Surabaya.
logo2004 DBL 2004
  • 861 tim bertanding
  • 18.739 peserta terdaftar
  • 985 pertandingan digelar dalam 162 hari
  • 402.000+ penonton yang menyaksikan
bar
2010
DetEksi Jadi Development

PADA penghujung 2009, DBL membuat keputusan besar yang dianggap penting untuk masa depan. Saat launching DBL 2010, diumumkan bahwa nama DBL yang sebelumnya kependekan dari “DetEksi Basketball League,” berubah menjadi “Development Basketball League.”
Evolusi nama itu merupakan langkah penting untuk mengembangkan kompetisi ini di masa mendatang. Nama baru itu dirasa menggambarkan segala misi yang ingin dicapai DBL. Yaitu mengembangkan konsep student athlete, yang bukan hanya menekankan perkembangan basket, melainkan juga perkembangan pribadi dan profesionalitas para pemain muda yang terlibat di dalamnya.
Selain itu, nama baru juga akan mempermudah langkah DBL untuk menjalin kerja sama internasional dengan lebih banyak lagi negara.


  • 1.087 tim bertanding
  • 24.404 peserta terdaftar
  • 1.274 pertandingan digelar dalam 210 hari
  • 555.000+ penonton yang menyaksikan
dblindonesia.com | 07-Sep-2013
Tiga Tahun ke Washington, Tahun Ini ke California
DBL All-Star 2013 Berburu Kisah Baru di Kota Sacramento dan San Francisco
SURABAYA - Skuad Development Basketball League (DBL) Indonesia All-Star 2013 akan merasakan sesuatu yang baru. Para student athlete dan pelatih pilihan dari segenap penjuru tanah air memang masih akan belajar dan bertanding basket di Amerika Serikat November mendatang. Namun, kota yang dikunjungi pada edisi keempat tahun ini bakal berbeda.

Jika tiga tahun sebelumnya selalu mengunjungi Kota Seattle yang ada di Negara Bagian Washington, tahun ini mereka akan mendatangi California. Di negara bagian yang memiliki juluklan The Golden State itu, DBL All-Star akan mengunjungi dua kota, San Francisco dan Sacramento.

Menurut Azrul Ananda, commissioner DBL sekaligus direktur PT DBL Indonesia selaku pengelola liga, kunjungan ke California akan membuat skuad DBL All-Star 2013 berkesempatan memburu cerita baru.

"Kami berniat mengirimkan tim all-star ke Amerika setiap tahun. Dan kami punya keinginan untuk mengunjungi sebanyak mungkin kota di sana. Tahun ini kami ke California. Dan kami yakin para anggota tim akan mendapatkan pengalaman luar biasa plus membawa cerita yang luar biasa pula ke tanah air," kata Azrul.

Soal Seattle, Azrul menyatakan bahwa suatu saat kota yang pernah memiliki klub basket Seattle SuperSonics itu akan dikunjungi lagi. Selama DBL All-Star mengunjungi kota itu sejak 2010, PT DBL Indonesia bekerja sama dengan Surabaya Seattle Sister City Association (SSSCA).

Pengalaman luar biasa seperti berkunjung ke markas produsen pesawat Boeing sampai markas Microsoft telah dirasakan skuad DBL All-Star. Itu melengkapi pelajaran yang mereka dapat dari pertandingan basket melawan tim-tim di sana.

Azrul yang merupakan penggagas Development (dulu DetEksi) Basketball League sejak 2004 punya kesan tersendiri tentang kunjungan ke California ini. Sebab, ketika kuliah dulu, dia tinggal di sana. Dia lulus dari California State University di Sacramento pada 1999.

"Dulu saya pernah belajar di Sacramento. Nanti tim akan saya traktir di tempat-tempat makan enak masa kuliah saya dulu," ucap Azrul saat acara dinner bareng DBL Indonesia All-Star 2013 di Surabaya Rabu lalu (4/9).

Bagi anggota all-star yang tahun lalu juga terpilih, kota tujuan baru akan memberi kesempatan untuk belajar lebih banyak tentang Negeri Paman Sam. Misalnya Vincensia Vinni Rushadi dari SMA Santo Albertus Malang yang tahun lalu juga terpilih ke Seattle.

"Tahun lalu saya bersyukur sekali bisa bertanding di Seattle. Sekarang ke tempat yang berbeda. Pasti bakal excited banget bisa ke kota baru," katanya.

Belajar di sekolah yang ada di Amerika, bertanding, dan menonton pertandingan NBA akan dilakoni para pemain serta pelatih terbaik tersebut di Sacramento, ibu kota Negara Bagian California. Sedangkan di San Francisco, mereka akan mengunjungi tempat-tempat wisata kondang seperti Jembatan Golden Gate.

Sambutan positif disampaikan Andrew M. Veveiros, public affairs officer Konsulat Jenderal AS di Surabaya. Saat tim DBL Indonesia All-Star 2013 berkunjung Rabu lalu, mereka dibekali berbagai tip ketika nanti berada di Amerika.

"Akan ada banyak hal yang bisa dijelajahi di Sacramento dan San Francisco. Apalagi, Sacramento punya tim baket kebanggaan, yaitu Sacramento Kings. Saya harap mereka enjoy saat berada di Amerika," tuturnya.

Anggota DBL All-Star 2013 dipilih dari ratusan pemain dan pelatih terbaik yang diseleksi dari kompetisi Honda DBL 2013 di 25 kota, 22 provinsi di Indonesia. Total lebih dari 600 ribu orang berpartisipasi dan menyaksikan kompetisi SMA terbesar di Indonesia tersebut. Saat ini sudah ada 28 kandidat DBL All-Star yang nanti dirampingkan menjadi 24 pemain saja. Tim putra dan putri masing-masing akan berkekuatan 12 pemain. (*/c11/ang)
Story Provided by Jawa Pos
dblindonesia.com | 06-Sep-2013
Fisik Sudah, Tinggal Taktik
Kandidat DBL All - Star Indonesia Dibekali Latihan Mandiri
SURABAYA - Tempo dua hari latihan di Surabaya tentu tidak cukup bagi kandidat DBL Indonesia All-Star untuk meningkatkan kemampuan secara signifikan menjelang belajar dan bertanding ke Amerika Serikat November mendatang. Karena itu, tim pelatih memberikan program mandiri kepada pemain selama berada di rumah masing-masing.

Kemarin (5/9) 28 pemain plus empat pelatih telah kembali ke daerah masing-masing. Di latihan terakhir Rabu sore (4/9), para kandidat dites kemampuan fisik dengan beep test.

Para pelatih juga berpesan agar para pemain bisa menjaga kondisi fisik dan meningkatkan kemampuan individu sebelum bertemu kembali.

Soal beep test, pelatih mengaku tidak memiliki keluhan. Hampir semua pemain menunjukkan hasil menggembirakan. Bahkan, semua pemain putra berhasil melampaui catatan yang dibuat pada saat DBL Camp 2013 pada 30 Juni sampai 4 Juli lalu.

Hasil beep test tim putri juga menggembirakan. Mayoritas pemain mengalami peningkatan. "Di beep test anak-anak cukup bagus. Mayoritas kemampuan mereka meningkat meski masih ada yang menurun," jelas Marlina Herawan, head coach Tim DBL All-Star putri.

Samuel Evan Hardy, kandidat dari SMAN 116 Jakarta, mendapatkan poin tertinggi di sesi beep test. Pemain yang berposisi sebagai small forward itu mampu mencapai poin terbaik, 146.

"Kebetulan sepulang dari DBL Camp saya langsung bergabung dengan latihan tim Popnas Jakarta. Jadi, fisik saya terus tejaga," jelasnya.

Beep test memang penting. Namun, simulasi pertandingan five on five tetap menjadi perhatian utama. Head coach tim putra Ateng Sugijanto mengatakan, dirinya sedang mencari formula taktik yang pas untuk tim.

Marlina menambahkan, dirinya sudah memiliki bayangan strategi yang akan digunakan. Point guard utama tim WNBL Indonesia Surabaya Fever itu juga sudah mencanangkan program peningkatan kualitas individu kepada pemain.

"Saya minta pemain meningkatkan akurasi shooting dan kemampuan defense selama di rumah. Ini penting. Saya juga akan mencoba taktik secara detail,' ucap Marlina. (irr/nur/c2/ang)
Story Provided by Jawa Pos
dblindonesia.com | 05-Sep-2013
Mulai Belajar Mengenal Amerika
Pagi Urus Visa, Sore Latihan Keras
SURABAYA - Kandidat DBL Indonesia All-Star 2013 melakukan sesi penting kemarin (4/9). Terdiri atas 14 putra dan 14 putri serta empat pelatih, mereka berkunjung ke Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Serikat (AS) di Surabaya.

Di sana mereka diundang untuk melakukan wawancara visa. Sebab, pada November mendatang, DBL All-Star 2013 terbang untuk belajar, berlatih, dan bertanding ke AS.

'Awalnya saya sempat nervous karena baru pertama. Tapi, staf konjen sangat ramah sehingga sesi wawancara nyaman,' ujar Marlina Herawan, head coach DBL Indonesia All-Star Girls Team.

Usai melalui tahap wawancara, tim DBL Indonesia All-Star 2013 diajak mengunjungi perpustakaan konjen. Dari buku-buku yang tersedia, mereka belajar tentang Amerika Serikat (AS). Mulai soal pariwisata hingga budaya. Mayoritas kandidat DBL All-Star memang belum pernah ke Amerika.

Tim DBL All-Star 2013 disambut Andrew M. Veveiros, public affairs officer Konjen AS di Surabaya. Veveiros menyatakan, tim tidak perlu khawatir terhadap cuaca di Negeri Paman Sam.

'Kami yakin kalian para peserta DBL Indonesia All-Star bisa beradaptasi dengan mudah walaupun cuaca sedikit lebih dingin. Pasti tidak akan menjadi masalah,' ungkap Veveiros.

Cherri Powers, staf konjen, mengatakan bahwa ada banyak pilihan makanan di Amerika Serikat, mulai makanan Chinese food, Vietnam, Singapura, hingga Meksiko. 'Kesempatan ke Amerika adalah kesempatan langka. Karena itu, tidak ada salahnya kalian nanti juga mencoba makanan khas Meksiko yang ada di Amerika Serikat,' ujar Powers.

Setelah mengunjungi Konjen AS, sorenya kandidat DBL All-Star kembali berlatih di dua tempat terpisah. Tim putra berlatih di SMA IPH, sedangkan tim putri di GOR Pacific Surabaya.

Berbeda dengan sesi latihan pada Selasa lalu (3/9), pada sesi latihan kemarin, para kandidat DBL Indonesia All-Star mendapat porsi yang lebih berat. Misalnya, tes ketahanan fisik alias beep test.

Pada tantangan beep test, beberapa peserta mencoba menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Salah seorang di antara mereka, Regita Pramesti asal SMAN 1 Denpasar. Setelah camp, kakak kelas selalu memotivasi saya agar tetap menjaga performa. Khususnya saat beep test,' ujar Tata -sapaan akrab Regita Pramesti.

Menutup hari, tim DBL All-Star dijamu Commissioner DBL Azrul Ananda makan malam di Rumah Makan Agis, Jalan A Yani, Surabaya. Jamuan berlangsung dengan akrab.

'Ini merupakan penyelenggaraan DBL All-Star yang keempat. Semoga tahun ini lebih berkesan. Saya juga ikut bersemangat,' ucap Azrul.

Hari ini kandidat DBL All-Star akan pulang ke daerah masing-masing. Namun, tim pelatih berpesan agar mereka terus menjaga kondisi supaya tidak jeblok saat bertanding ke AS. Program juga diberikan.

'Agar saat berkumpul lagi, kemampuan individu pemain secara offense dan defense meningkat. Saya juga sudah menyamakan visi seluruh anggota tim,' ucap Ateng Sugijanto, head coach DBL All-Star Boys Team. (irr/has/nur/c4/ang)
Story Provided by Jawa Pos
ROAD TO FINAL: BOYS

ROAD TO FINAL: GIRLS