Senin, 20 Februari 2012

dblindonesia.com | 17-Feb-2012
Ulangan Final 2011
Honda DBL 2012 North Sulawesi Series mencapai puncaknya. Yang menarik, laga fi nal tim cewek dan cowok sama persis dengan tahun lalu, dimana tim cowok SMA Kristen Eben Haezar (Benzar) akan menghadapi Manado International School (MIS), sedangkan tim cewek Benzar akan meladeni lagi SMAN 1 (Smansa) Manado.
Apakah Benzar bakal kawin gelar lagi? Atau justru MIS dan Smansa Manado yang akan menuntaskan dendam atas hasil menyakitkan di Honda DBL 2011 lalu? Menarik
Tim cowok MIS disebut sebut memiliki segalanya untuk jadi juara tahun ini. Dengan materi pemain (starter dan cadangan) yang memiliki kualitas merata, skuad Michael Pangkey sedang on fire menyusul performa mereka yang benar-benar mengesankan.
Keunggulan lain MIS adalah postur tubuh pemain-pemainnya. Mike, sapaan akrab pelatih MIS, sukses memoles sekumpulan big man menjadi pemain yang tidak hanya lincah dan memiliki fisik memikat, tapi juga dianugerahi team work yang mumpuni.
Nah, apakah modal-modal ini akan membuat MIS mulus menuju champions? Sulit untuk diprediksi. Pasalnya lawan yang akan dihadapi adalah tim yang dikenal memiliki mental juara yang tiada bandingnya.
Layaknya tahun lalu, dimana banyak yang memprediksi Benzar bisa dihadang SMA Lokon dan MIS, toh pasukan Herry Tumuwo kencang menuju trophy juara. Ingat juga, tahun lalu Benzar memiliki ketergantungan yang sangat tinggi dari sang MVP Gavin Sigar. Beda dengan sekarang, meski peran Kamang Damongilala memang sangat sentral, tahun ini tim cowok Benzar memiliki tim yang lebih merata dan sukses mempertontonkan kerjasama tim yang fantastis. Satu hal yang juga harus diingat dari Benzar, selain memiliki pelatih berkarakter juara, Benzar punya pemain “keenam”, yakni dukungan spektakuler dari suporter fanatiknya.
Bagaimana dengan tim cewek? Sulit untuk diprediksi siapa yang akan tampil sebagai pemenang nantinya. Benzar dan SMAN 1 (Smansa) Manado sama-sama memiliki kualitas dan mentalitas hebat. Khusus Smansa, kekalahan atas Benzar pada final tahun lalu tentu masih sangat berbekas. Motivasi ini bakal jadi salah satu pemicu buat skuad Lexi Kojongian untuk tampil ngotot dan bersemangat selama empat quarter.
Hanya saja mengalahkan Benzar tentu tidak gampang. Tim ini memiliki mental baja setiap bermain di partai super penting seperti final Honda DBL. Meski tak lagi ditemani pelatih Firman Mulyono, tetap saja Kezia Ruus dkk punya karakter juara. (lee)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar